g

g

Rabu, 20 Juli 2011

Peringatan Bahaya Rokok Lewat Gambar Lebih Efektif


JAKARTA, KOMPAS.com - Walaupun lebih dari 90 persen masyarakat pernah membaca peringatan kesehatan berbentuk tulisan di kemasan rokok, tetapi hampir separuhnya tidak percaya dan 26 persen tidak termotivasi berhenti merokok.
"Studi di berbagai negara membuktikan peringatan tertulis yang disertai gambar lebih efektif daripada hanya berbentuk tulisan saja," kata Staf Khusus Menteri Bidang Politik Kebijakan Kesehatan Bambang Sulistomo dalam sosialisasi RPP Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau, di kantor Kementerian Kesehatan, Selasa, (10/5/2011).
Oleh karena itu, pesan kesehatan pada kemasan rokok wajib disamapikan dalam bentuk gambar dan tulisan untuk meningkatkan kesadaran perokok dan dan nonperokok akan bahaya kebiasaan menghisap rokok bagi kesehatan.
"Agar efektif, peringatan kesehatan harus mudah dilihat, relevan dan mudah diingat serta menggambarkan aspek yang perlu diketahui oleh setiap orang," ujarnya.
Lebih lanjut Bambang menegaskan, pengamanan produk tembakau bagi kesehatan perlu dilaksanakan dengan pemberian informasi tentang kandungan kadar nikotin, tar yang ada pada setiap batang rokok. Peran masyarakat dalam upaya pengamanan produk tembakau bagi kesehatan juga perlu ditingkatkan agar tujuan dari penerapan Peraturan Pemerintah ini tercapai dengan optimal.

"Pabrik" Bakteri Bernama Rokok


 
KOMPAS.com - Dalam urusan kandungan zat toksik, rokok mungkin juaranya. Namun rokok ternyata juga tak kalah dalam kandungan bakteri. Para ilmuwan dari Universitas of Maryland mengatakan, berdasarkan penelitian DNA yang dilakukan diketahui bahwa rokok terkontaminasi oleh ratusan tipe bakteri. Ini berarti, mungkin jumlah bakteri dalam rokok setinggi dengan kandungan bahan kimia.
"Beberapa rokok yang kami tes ternyata dipenuhi bakteri, seperti hipotesa kami selama ini. Namun kami tidak menyangka jumlahnya sebanyak ini dan bisa menginfeksi manusia," kata Amy R. Sapkota, asisten profesor dan peneliti dari University of Maryland School of Public Health.
Dalam risetnya, Sapkota dan ahli mikrobioal ekologi menguji kandungan bakteri dalam beberapa merek rokok yang cukup populer, yakni C, KFK, LS, dan M dan menemukan empat jenis bakteri yang serupa pada masing-masing rokok.
Berbagai jenis bakteri tersebut berkaitan dengan infeksi yang terjadi di paru-paru, darah, dan polusi udara. Bakteri yang berhasil diidentifikasi oleh para peneliti antara lain Acinetobacter (infeksi paru dan darah), Bacillus (berkaitan dengan anthrax dan keracunan makanan), Burkholderia (beberapa tipenya menyebabkan infeksi saluran napas), Klebsiella (infeksi paru dan darah), serta Pseudomonas aeruginosa (tipe bakteri yang menyebabkan 10 % infeksi di rumah sakit).
Menurut Sapkota, bila bakteri tersebut bisa bertahan dalam proses merokok, dan diduga mereka pasti mampu, besar kemungkinan bakteri-bakteri ini akan menyebabkan infeksi dan penyakit kronik pada perokok dan perokok pasif.
Kendati implikasi bakteri ini bagi kesehatan manusia masih belum jelas, namun para peneliti berencana untuk melanjutkan riset mereka untuk memahami kaitannya dengan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok. Pertanyaan besar yang masih harus dijawab adalah apakah bakteri tadi mampu bertahan dalam proses pembakaran rokok lalu masuk ke dalam paru perokok dan tinggal di sana.

Orang Tak Peduli Bahaya Rokok


KOMPAS.com — Syamsuir, warga Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, kini tak bisa bicara lagi. Pasalnya, ia pernah terkena kanker pita suara. Sebabnya? Tak lain karena dia perokok berat selama 30 tahun. Satu hari tiga bungkus rokok ia sulut.

Syamsuir bekerja sebagai tukang reparasi jam. Penghasilannya tak seberapa. Jadi, untuk kebiasaan merokok ia nyaris menghabiskan sebagian besar penghasilannya. Akibatnya? Di lehernya kini terdapat lubang besar bekas operasi yang pernah dijalaninya. Dan, yang lebih ia sesali: suaranya pun menghilang.

Syamsuir adalah satu dari jutaan korban akibat merokok. Di Indonesia, 70 persen dari 60 juta perokok adalah mereka yang berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Artinya, sudah miskin, masih terjerat kebiasaan merokok yang menguras isi kantong.

Belum lagi sekitar 65,6 juta perempuan dan 43 juta anak-anak di Indonesia yang terpapar asap rokok. Mereka ini adalah perokok pasif dan rentan pula terkena bermacam penyakit akibat rokok, yakni bronkitis, paru-paru, kanker usus, kanker hati, stroke, dan berbagai penyakit lain.

Setiap tahun sekitar 200.000 kematian di Indonesia diakibatkan kebiasaan merokok. Sebanyak 25.000 korban adalah perokok pasif. Memang akibat rokok tak akan langsung muncul seketika. Dampaknya baru tampak setelah 25 tahun sejak seseorang pertama kali merokok.

Peneliti senior Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Sri Moertiningsih Adioetomo, pernah menyatakan, dari sebuah studi ditemukan bahwa biaya rawat inap pengidap penyakit akibat merokok mencapai Rp 2,9 triliun per tahun.

Indonesia memang hebat dalam hal konsumsi rokok. Bayangkan, kini Indonesia menduduki posisi ketiga di dunia setelah China dan India untuk urusan konsumsi rokok. Pemerintah Indonesia dinilai tidak memiliki kemauan politik untuk menangani persoalan rokok secara serius.

Bayangkan saja, Road Map Industri Rokok justru menargetkan penambahan konsumsi rokok. Pada tahun 2005 konsumsi rokok di Indonesia mencapai 220 miliar batang rokok. Pada Road Map Industri Rokok tahun 2015 ditargetkan konsumsi rokok meningkat menjadi 260 miliar batang.

Target 10 tahun meningkat 40 miliar batang. Sebanyak 40 miliar batang rokok dikonsumsi 10 juta perokok. Artinya, dalam 10 tahun direkrut 10 juta perokok baru. Bisa dikatakan dalam satu tahun ditarget 1 juta perokok baru atau 249 perokok baru per hari, kata Setyo Budiantoro dari Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI).

Siapakah perokok-perokok baru itu? Tentu saja para remaja. Tak heran industri rokok tak segan membuang dana besar untuk belanja iklan. Baik iklan di televisi maupun di papan iklan jalanan. Mulai dari konser musik remaja hingga acara olahraga.

Gambar di bungkus rokok
Melawan industri rokok dengan membalas memasang iklan bahaya rokok jelas tak mungkin. Jika ingin menyelamatkan bangsa, terutama generasi muda, yang paling masuk akal dan paling mungkin dilakukan adalah mengontrol industri rokok dan menerapkan aturan-aturan yang termaktub dalam Framework Convention on Tobacco Control.

Salah satunya adalah dengan memasang gambar-gambar penyakit akibat rokok di bungkus rokok. Bukan sekadar peringatan berukuran kecil dan nyaris diabaikan perokok karena tidak ada efek jera.

Pictorial graphic warning atau peringatan dengan gambar di bungkus rokok terbilang efektif. Efektif karena menjangkau segala lapisan, ada efek repetitif karena akan dilihat 5.800-7.000 kali per tahun oleh perokok yang merokok satu bungkus per hari.

Selain itu, pemerintah juga tidak perlu mengeluarkan biaya, gambarnya pun jelas, kuat, dan besar, lebih dari sejuta peringatan dengan kata-kata, kata Widyastuti Soerojo dari TCSC-IAKMI.

Peringatan dengan gambar terbukti efektif di beberapa negara, seperti di Kanada sebanyak 44 persen perokok ingin berhenti, 58 persen perokok mulai memikirkan bahaya konsumsi rokok, 35 persen perokok pengetahuannya akan bahaya rokok meningkat, dan 17 persen perokok menyembunyikan bungkusnya karena tidak ingin orang lain melihat gambar peringatan tersebut.

Di Singapura, 47 persen perokok menjadi lebih jarang merokok, 57 persen perokok mulai berpikir tentang dampak kesehatan, 71 persen perokok pengetahuannya meningkat, 25 persen perokok termotivasi untuk berhenti, 28 persen perokok mengurangi jumlah rokok yang diisap, 14 persen perokok tidak merokok di depan anak-anak, 12 persen perokok tidak merokok di depan perempuan hamil, dan 8 persen perokok mengurangi rokok ketika di rumah.

Di Thailand, 92 persen perokok ingin berhenti merokok, 62 persen perokok mengurangi rokok, 20 persen perokok mencoba berhenti merokok, dan 25 persen perokok tetap merokok dengan jumlah yang sama.

Di Brasil, 54 persen perokok berubah sikap tentang dampak merokok setelah melihat gambar di bungkus rokok dan 67 persen perokok ingin berhenti merokok. Dampak lebih besar pada kelompok pendidikan dan pendapatan rendah.

Yang memprihatinkan, rokok produksi Indonesia yang diekspor ke luar negeri, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Brunei, telah ditempeli gambar-gambar penyakit akibat rokok. Namun, rokok yang sama beredar di Indonesia tanpa ditempeli gambar-gambar penyakit akibat rokok.

Hal itu bisa diartikan, industri rokok patuh kepada pemerintah negeri tetangga. Jika demikian, kenapa tidak diberlakukan aturan yang sama untuk bungkus rokok yang beredar di Indonesia? Tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan ketentuan internasional tersebut.

Awalnya memang sulit, tapi Pemerintah Hongkong akhirnya berhasil melaksanakan aturan-aturan internasional itu, kata Dr Homer dari Tobacco Control Legislation di Hongkong.

Berkaca dari pengalaman negeri tetangga, Pemerintah Indonesia sudah saatnya mulai mencicil melaksanakan aturan-aturan internasional tentang pengendalian dampak tembakau. Setidaknya, dengan memberlakukan peringatan dengan gambar di bungkus rokok.

Merokok Sebabkan Miskin Tujuh Turunan

JAKARTA, KOMPAS.com — Merokok bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga membuat orang menjadi miskin. Orangtua miskin yang banyak menghabiskan duitnya untuk membeli rokok mengorbankan kesehatan dan pendidikan anaknya. Uang untuk merokok seharusnya bisa dialihkan untuk biaya pendidikan dan makanan yang bergizi bagi keluarga.

Demikian disampaikan Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sony B Harmadi, di Jakarta, Rabu (22/7). Menurut dia, kemiskinan akibat merokok berpotensi terjadi dari generasi ke generasi.

Penelitian yang dilakukan Lembaga Demografi FEUI mendapatkan fakta, pada rumah tangga perokok, pengeluaran rokok dan daun sirih per bulan sama dengan 17 kali untuk pengeluaran daging, 15 kali untuk pengeluaran biaya kesehatan, sembilan kali untuk pengeluaran pendidikan, lima kali untuk pengeluaran susu, dan dua kali untuk ikan. Dari data itu banyak sekali kesempatan yang hilang karena pengeluaran digunakan untuk membeli rokok.

"Selain itu dari penelitian kami, jika ayah merokok maka anak juga akan merokok. Dan kemiskinan juga akan terus berlanjut karena kualitas SDM anak rendah," terangnya.

Sony menuturkan, dirinya pernah menemukan seorang anak yang terpaksa harus putus sekolah karena sebagian besar uang ayahnya digunakan untuk merokok. Anak itu harus bekerja dan tetap hidup dalam kemiskinan. Kelak ketika besar dan memiliki keturunan kejadian yang sama akan terulang kembali.

Untuk mengatasi hal itu, kata Sony, mata rantai yang ada harus diputus. Pemutusan dilakukan dari generasi yang lebih muda. "Pemerintah dapat mengadakan program memberi bantuan sekolah gratis, tapi dengan catatan orangtua tidak boleh merokok. Anak pun diawasi agar tidak merokok," jelas dia.

"Perketat juga iklan rokok agar anak tidak terpapar iklan itu. Jika mata rantai berhasil diputus, dana yang ada bisa digunakan untuk hal lain yang lebih berguna," tambahnya.

Merokok Menyebabkan Infeksi Bakteri pada Vagina

  Marijane A Krohn, Ph D, salah satu profesor bagian reproduksi di University of Pittsburgh School of Medicine mengatakan, BV mulai menyerang vagina ketika sistem perlindungan alaminya terganggu. Ketika ini terjadi, maka bakteri yang selalu ada di sekitar vagina tersebut berkembang di luar kendali. "Merokok nampaknya membuat sistem kekebalan vagina menurun," ungkap Krohn yang memberi ilustrasi, seperti polisi perbatasan yang sedang mabuk.
Seperti infeksi vagina lainnya, BV yang tak diobati bisa meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual. Tak hanya itu, ketika Anda terkena penyakit menular seksual, plus terkena BV, konsekuensinya malah lebih parah, misalnya, infertilitas. Ketika hamil terkena BV pun juga bisa mencetus keguguran mendadak, kelahiran prematur, atau membuat bayi yang lahir kekurangan berat badan.
Solusinya? Berhenti merokok adalah hadiah terbaik yang bisa Anda berikan untuk tubuh sendiri. Bicarakan pada dokter Anda mengenai cara-cara berhenti merokok. Entah itu dengan program tertentu atau dengan bantuan lainnya. Langkah kedua, hindari semprotan pembasuh kelamin karena vagina sebenarnya mampu membersihkan diri sendiri. Menyemprot vagina dengan pembasuh kelamin bisa merusak keseimbangan iklim di daerah vagina, dan meningkatkan risiko terkena BV. Ketika BV menyerang, Anda mungkin butuh dua minggu pengobatan dengan antibiotik dari resep dokter untuk mengatasinya, dan lakukan cek rutin setiap sebulan sekali.

Laporan AS: Asap Tembakau Sebabkan Kerusakan Dini Paru-paru

 
Washington (ANTARA/Reuters) - Asap rokok dapat menyebabkan kerusakan dini bagi paru-paru serta DNA sehingga pemerintahan Presiden Barack Obama akan mengutamakan upaya penghentian merokok, ujar pejabat kesehatan federal, Kamis.
Kegiatan merokok tidak hanya menyakiti sang perokok, namun juga orang di sekeliling mereka. Seluruh pajak, larangan serta perlakuan harus dijalankan bersama untuk membantu menurunkan jumlah kegiatan merokok, ujar Dokter Bedah Umum AS, Dr Regina Benjamin dalam laporannya mengenai kegiatan merokok.
"Zat kimia di dalam rokok tembakau mencapai paru-paru anda dengan cepat setiap saat anda menghirup sehingga menyebabkan kerusakan dini," ujar Benjamin dan menambahkan, bahkan dengan menghisap sejumlah kecil rokok tembakau dapat merusak DNA sehingga menyebabkan kanker.
Laporan dalam jejaring bedah umum juga mengatakan perusahaan tembakau telah sengaja merancang sejumlah rokok dan produk tembakau lainnya agar bersifat adiktif dan mereka pun telah meluncurkan produk tembakau terbaru yang diduga lebih aman namun pada kenyataannya tetap berbahaya dan bersifat adiktif.
Benjamin mengatakan, sepertiga orang yang pernah mencoba rokok akan menjadi perokok berat.
"Selama dua tahun terakhir, kami telah berupaya untuk mengurangi penggunaan tembakau, termasuk melaksanakan undang-undang yang mengatur produk tembakau, membiayai upaya pengaturan tembakau lokal dan meluaskan akses jaminan pemerataan penghentian tembakau," ujar Menteri Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat, Kathleen Sebelius.
"Hal itu masih menjadi kunci utama pemerintahan kami," tambah dia.
Laporan itu mencatat bahwa penelitian telah memperlihatkan rokok menewaskan 443.000 warga setiap tahunnya di Amerika Serikat yang satu dari setiap lima orang meninggal dunia akibat kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru serta penyebab lainnya.
"Beban ekonomi penggunaan rokok tercatat pada lebih dari 193 miliar dolar AS per tahun yang terdiri dari biaya kesehatan dan kerugian produktivitas," ujar Sebelius.
"Lebih dari 1.000 warga tewas setiap hari akibat rokok dan satu setengah dari semua perokok jangka panjang terbunuh oleh penyakit yang ditimbulkan karena merokok," tambah laporan itu.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Dr Thomas Frieden, dan Dewan Pemerintah mengenai Makanan dan Obat-Obatan, Dr Margaret Hamburg, mengatakan bahwa penelitian itu juga menghasilkan cara mengurangi kegiatan merokok.
"Dampak terbesar datang ketika kami menaikkan harga tembakau, melarang tindakan merokok di tempat umum, menawarkan perawatan penghentian merokok yang mudah didapat dan terjangkau serta menggabungkan kampanye media dan upaya lainnya," ujar mereka dalam laporannya.
CDC memperkirakan bahwa sekitar 23 persen orang dewasa AS dan 17 persen siswa Sekolah Menengah Atas di negara itu adalah perokok.

Kenapa Rokok Lebih Berbahaya Bagi Wanita ?

VIVAnews – Semua orang tentu tahu di balik kenikmatan menghisap rokok, serangan kanker paru-paru dan jantung tengah mengintai. Tapi toh nyatanya, banyak orang, entah itu pria atau wanita yang tetap membiarkan dirinya kecanduan rokok.
Tetapi tahukah Anda, jenis kelamin apa yang paling rentan terkena bahaya asap rokok? Ternyata, kaum wanita paling dirugikan bahaya nikotin rokok dibandingkan pria, demikian menurut data Badan Statistik Pemerintah Belanda, Centraal Bureau voor de Statistiek (CBS), dikutip dari laman Health Mad.
Menurut badan statistik yang telah meneliti angka kematian akibat kanker paru-paru, efek menghisap asap tembakau pada wanita diyakini mempengaruhi rentang hidup seseorang. Kebiasaan merokok pada wanita akan menurunkan harapan hidup hingga 11 tahun, sedangkan pada pria selama tiga tahun.
Masih menurut badan statistik, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh negatif nikotin pada wanita jauh lebih serius dibandingkan terhadap pria. Tapi, badan statistik tidak menyebutkan alasan adanya perbedaan pengaruh nikotin itu.
Para peneliti percaya, peningkatan kasus kanker paru-paru di kalangan wanita Belanda sejak 1970-an secara langsung berkaitan dengan kecanduan mereka terhadap tembakau.
Badan statistik menyebutkan rata-rata wanita yang menderita kanker paru-paru akibat rokok tutup usia pada usia 70 tahun, padahal harapan hidup mereka bisa mencapai 81 tahun (tanpa rokok).

Asap Rokok Kandung 4.000 Zat Kimia Berbahaya

 
Yogyakarta (ANTARA) - Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya seperti karbon monoksida, sianida, uap fosfor, uap senyawa belerang, dan uap hasil pembakaran zat tambahan, kata mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kartono Muhammad.
"Bahaya asap rokok 10 kali lebih besar daripada zat `ter` dalam rokok," katanya pada lokakarya Menuju Kawasan Tanpa Rokok 100 Persen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Asri Medical Center (AMC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin.
Oleh karena itu, menurut dia, asap rokok lebih membahayakan perokok pasif daripada perokok aktif. Dalam asap rokok kadarnya beberapa kali lebih besar dibanding yang diserap oleh perokok aktif.
"Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 1,5 persen nikotin. Endapan asap rokok yang berupa hasil pembakaran nikotin mudah melekat di benda-benda dalam ruangan, dan bisa bertahan sampai lebih dari tiga tahun, dan tetap berbahaya," katanya.
Advisor Indonesia Institute Social for Development Sudibyo Markus mengatakan Indonesia merupakan konsumen rokok peringkat tiga terbesar di dunia setelah China dan India.
Menurut dia, sekitar 240 miliar batang rokok telah dihisap oleh 240 juta penduduk Indonesia. Tingginya jumlah perokok tersebut disebabkan masih rendahnya kesadaran mengenai bahaya nikotin dalam rokok.
Selain itu, juga masih adanya anggapan di kalangan masyarakat bahwa rokok adalah warisan budaya. Anggapan tersebut membuat sebagian besar masyarakat enggan untuk meninggalkan kebiasaan merokok.
"Kondisi itu ditambah dengan iklan-iklan di media yang menganggap bahwa merokok adalah gaul, modern, dan jantan," katanya.
Rektor UMY Dasron Hamid mengatakan aturan mengenai larangan merokok penting diterapkan di ruang-ruang publik, karena asap rokok berbahaya bagi kesehatan manusia.
"Aturan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan di ruang-ruang publik terutama sekolah, kampus, dan kantor. Dengan adanya aturan itu diharapkan nanti seluruh ruang publik bisa benar-benar 100 persen bebas rokok," katanya.
td align="center">